Pemanfaatan Lahan Belakang Rumah Sebagai Usaha Ternak Ikan Nila

kali dibaca


Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Masa New Normal Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif Usaha dengan Memanfaatkan lahan belakang rumah untuk budidaya ikan nila


Tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pemberdayaan masyarakat ini adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Grobogan, Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara di masa new normal.


Perekonomian masyarakat tersebut menurun saat adanya pandemi covid 19. Permasalahan tersebut terjadi karena bahan pangan semakin sulit harga semakin tinggi mencari pekerjaan sulit . Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut.


Program yang diterapkan adalah membangun kegiatan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan lahan belakang rumah untuk budidaya ikan nila. 


Walau budidaya ikan Nila memberikan untung yang cukup lumayan, pada kenyataannya tidak semua orang merasa bisa melakukannya karena ada hambatan keterbatasan lahan. Padahal, ada loh cara yang memungkinkan kita memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.


Memiliki daya tahan tinggi, mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan, pemakan segala, proses pertumbuhan dan perkembangbiakannya pun terbilang cepat. Tak heran ikan Nila menjadi salah satu ikan yang paling laris dibudidayakan.


Sayangnya, masih banyak mengira kita hanya bisa melakukan budidaya ikan Nila saat kita memiliki lahan kolam yang luas. Padahal kenyataannya, hanya dengan lahan seadanya kamu bisa mulai usaha budidaya sendiri loh, Kita hanya perlu sedikit kreatifitas, dan nantinya kita bisa menyiasati lahan sempit di sekitar rumah untuk digunakan sebagai tempat budidaya ikan Nila.


Hal yang paling penting adalah memperoleh akses sumber air mengalir yang layak digunakan sebagai media budidaya ikan Nila. Apapun itu, asalkan ia merupakan sumber aliran air bebas limbah, air itu berarti aman untuk digunakan sebagai keberlangsungan bibit ikan nantinya.


Setelah memastikan memiliki sumber air yang layak, kini saatnya kita membuat kolam untuk ikan Nila. Jika  tidak memiliki ruang yang luas, maka kolam terpal bisa menjadi jawaban yang tepat.


Penggunaan terpal dianggap cocok karena  tidak perlu capek – capek mempersiapkan lahan yang luas dan juga terbebas dari keharusan menggali tanah yang dalam.


Untuk masalah perawatan pun juga lebih mudah karena  tidak harus sering-sering mengganti air ke dalam kolam selama tidak ada indikasi kebocoran di dalam kolam. Hal ini berarti  bisa secara langsung menekan biaya pengeluaran budidaya.


Nah, agar usaha budidaya ikan Nila kamu mempunyai peluang sukses yang besar. Ada beberapa tips yang  bisa terapkan nih.


1. Persiapkan kolam dengan teliti

    A. Proses pembuatan kolam

           Buatlah kolam dengan kedalaman sekitar kurang lebih 50 hingga 75 cm. Ukuran ini dianggap cocok agar ikan Nila berkembang biak dengan sempurna.


B. Konstruksi kolam

Saat air di dalam kolam terpal sudah mencapai ketinggia 50 cm, maka  harus mulai memadatkan dasar dan pinggir kolam dengan pembuatan tanggul yang diperkuat dengan batako atau batu bata. Hal ini dilakukan agar permukaan menjadi rata dan keras.


Setelah itu, kolam perlu diberi sekam secara merata dan kemudian baru diletakkan terpal. Jangan lupa, pastikan terpal telah terkunci di daerah pinggir untuk mencegah terjadinya kebocoran ya. Untuk memastikan konstruksi terpal sudah terkunci dengan baik, kamu bisa memasang batako atau batu bata diatas pinggiran terpal agar tidak berubah posisi.


Kemudian, isi air untuk benar – benar memastikan tidak terjadinya kebocoran. Lalu, keringkan kolam sekali lagi untuk proses penebaran bibit nila.


2. Hanya membudidayakan benih bibit ikan Nila terbaik

Mempersiapkan benih ikan Nila sendiri bukan pekerjaan mudah. Pastikan kamu membeli bibit ikan Nila dari tempat pembiakan yang telah tersertifikasi, Dinas Perikanan atau toko benih ikan yang memang sudah terpercaya. Benih ikan Nila yang bagus kira – kira berukuran 5 hingga 10 cm, kamu bisa melihat sehat atau tidaknya benih Nila dari tingkat keaktifan mereka.


Setelah kamu yakin sudah memiliki benih ikan Nila terbaik, kamu bisa menaburkan kapur ke dasar kolam dengan perhitungan 25 gram – 1 kg/m2 dan pupuk kandang dengan ukuran ½ kg/m2 untuk kemudian diisi dengan air.


Endapkan kapur dan air selama 5 hingga 7 hari hingga ada tanda – tanda kehidupan plankton. Jika sudah melewati masa penumbuhan plankton, kamu bisa menaruh 5 hingga 10 ekor benih ikan Nila setiap meter persegi.


3. Pemberian pakan yang pas

Meski sebenarnya ikan Nila dapat hidup dengan memakan plankton dan tumbuhan air alami, untuk mendapatkan ikan Nila dengan kualitas terbaik, kamu harus menambahkan pakan ke dalam menu makanan mereka. Kombinasi terbaik dari pellet ikan Nila adalah Protein (20% hingga 30%), Lemak 70% dan karbohidrat 70% serta daun – daunan alami.


Kamu bisa mulai memanen ikan Nila setelah melewati masa 6 bulan. Dengan suplai pakan yang cukup dan tata cara merawat yang benar, ikan Nila yang berusia 6 bulan akan memiliki berat badan antara 400 hingga 600 gram dan pastinya sudah layak dikonsumsi. Sebagai catatan, jika kamu ingin menernakkan indukan tersendiri, pilihlah beberapa ikan Nila jantan dan betina yang sehat untuk kemudian dikawinkan di dalam kolam khusus pembiakan.


Penyakit umum dari Ikan Nila

Seperti layaknya ikan ternak lainnya, ikan Nila, yang terkadang disebut sebagai ikan Manggasius dapat terserang beberapa penyakit. Dan jika tak ingin penyakit ini menyebar kepada ikan – ikan lainnya, baiknya kamu langsung mengambil langkah nyata sebelum terlambat.


Nah, biar kamu jadi cepat tanggap, berikut beberapa potensi penyakit ikan Nila yang wajib kamu ketahui :

1. Stress

2. Tidak nafsu makan

3. Serangan parasite


Lalu, apa yang bisa dilakukan agar ikan Nila budidaya milikmu bisa selamat?

a. Membersihkan kolam secara berkala dan tak lupa untuk selalu mengeringkan dasar kolam setiap kali selesai panen.

b. Hanya menggunakan benih ikan yang sehat dan bebas penyakit.

c. Menjaga kuantitas ikan sehingga tidak melebihi kapasitas kolam.

d. Memasang sistem pengairan secara pararel agar tidak terjadi penularan dan penyebaran penyakit.

e. Rajin menjaga kebersihan dan kebersihan kolam agar tidak memicu pertumbuhan jamur dan organisme penyebab penyakit.


Nah itu dia yang bisa dilakukan untuk bisa tetap membudidayakan ikan Nila walaupun hanya memiliki lahan yang terbatas dan bisa meningkatkan perekonomian dimasa pandemi. 

Previous Post Next Post