Pendapatan Menurun, Mahasiswa Undip Lakukan Edukasi Pemasaran Produk Secara Online pada Masyarakat

kali dibaca


Inspirasi –  Saat pandemi covid-19 seperti sekarang, pemerintah mengharuskan seluruh masyarakat meminimalisasikan kegiatan diluar dan larangan berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan. Untuk itu KKN Tim 1 Universitas Diponegoro dilaksanakan secara individu di masing-masing desa asal mahasiswa. Tema yang diangkat pada KKN Tahun 2021 ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”. Salah satu mahasiswi KKN Universitas Diponegoro bernama Fitriana Fatmawati melaksanakan KKN di desa asalnya yaitu di Desa Colo, Kecamatan Dawe.


Ia melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Colo, salah satunya ia melakukan kegiatan “Edukasi Pemasaran Produk Secara Online di Media Sosial dan Marketplace pada Masyarakat”. Kegiatan ini ia laksanakan atas dasar fakta lapangan yang ada di Desa Colo, bahwa Desa Colo merupakan desa pariwisata yang saat ini telah terdampak karena pandemi covid. Tempat wisata religi Makam Sunan Muria yang biasanya ramai didatangi oleh wisatawan, kini berubah menjadi sepi pengunjung. Hal ini menyebabkan pendapatan masyarakat Desa Colo menurun, karena sebagian besar masyarakatnya merupakan pedagang dan wiraswasta yang bergantung pada sektor pariwisata.


Kegiatan Edukasi Pemasaran Produk Secara Online pada Media Sosial dan Marketplace ini ditujukan kepada masyarakat sekitar, dengan harapan dapat membantu masyarakat setempat dalam menambah pemasukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.


Kegiatan ini diikuti oleh beberapa ibu rumah tangga, yang memiliki potensi untuk memasarkan dan memperkenalkan produk secara online melalui media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, dan marketplace seperti shopee dan tokopedia.


Masyarakat diajari cara memilih produk yang akan dijual dengan mengamati kebutuhan konsumen disekitarnya sampai dengan tahap siap jual. Dan bagi masyarakat yang sebelumnya telah memiliki produk yang dipasarkan secara offline juga diajari bagaimana cara memasarkan produk secara online yang dikemas secara menarik, agar bisa menarik minat pembeli.


Dengan kegiatan ini masyarakat yang awalnya awam dengan pemasaran produk secara online, saat ini lebih paham dan ternyata mudah dijalankan. “Saya yang awalnya tidak paham cara berjualan di marketplace seperti shopee sekarang jadi tau, dan ternyata mudah dijalani. Dan saya tertarik untuk menekuni online shop, apalagi saat pandemic seperti ini”, ujar Ibu Ani salah satu warga yang mengikuti kegiatan edukasi.


Kegiatan edukasi ini diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan yang ada di Desa Colo dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan tetap berinovasi saat pandemi Covid-19 seperti ini.­


Tim Redaksi: Edukratif News

Previous Post Next Post