Sedekah Bumi, Sebuah Tradisi Lokal Sarat Pesan Moral

kali dibaca

Penulis : Imam Muhlis Ali


Edukratif News - Sedekah Bumi adalah suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sebenarnya sangat populer di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa (Wikipedia). 


Melalui acara Sedekah Bumi, masyarakat semakin guyup, rukun dan tali silaturahmi terus terjaga. Selain sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta, Sedekah Bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun- temurun, kata mbah-mbah dulu Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah karena Sedekah Bumi sama dengan memberi sodaqoh. 


Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam upacara Sedekah Bumi di Desa atau Kampung terdiri atas tiga nilai, yaitu: nilai pendidikan ketuhanan, nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan, dan nilai pendidikan moral.


Nilai pendidikan ketuhanan Sedekah Bumi contohnya adanya acara tahlil, mendo'aksn arwah-arwah sesepuh pinisepuh dan para orang tua Desa yang telah wafat. Ini sebagai penghormatan dan penghargaan pada orang-orang dahulu yang berjasa pada Desa atau Kampung. 


Nilai pendidikan sosial contohnya dengan adanya acara saling bersilaturahmi antar anggota masyarakat. Bahkan banyak dari luar Desa yang berkunjung ke Desa lain. Ini adalah contoh kongkret memupuk kerukunan sosial. 



Nilai pendidikan moral seperti sesi acara pesan-pesan atau nasihat dari tokoh masyarakat dan Kepala Desa. Biasanya hal ini dikemas dalam daftar acara sambutan. Juga ada pesan moral dalam pertunjukan Ketoprak, Wayang, dan pagelarsn budaya lainnya. 


Pelaksanaan Tradisi Sedekah Bumi di Desa maupun Kampung tentu saja atas partisipasinya nyata dari warga desa. Tradisi Gotong Royong yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia secara nyata dilakukan warga. Hal inilah yang sebenarnya kekuatan bangsa kita. Gotong Royong, Kebersamaan dan sikap saling tolong-menolong sangat perlu dipertahankan sampai kapanpun. 


Dalam kegiatan Sedekah Bumi ada pagelaran seni budaya. Otomatis kelihatan seni budaya hiburan. Hiburan bagi sebagian orang itu penting demi relaksasi tubuh dan fikiran setelah seharian bekerja/beraktifitas. Seakan menjadi ' keharusan' konten sedekah bumi menjadi semacam gaya hidup yang wajar. Dan ternyata dalam kegiatan seni budaya ini dalam pelaksanaanya dibutuhkan kekompakan, persatuan ataupun gotong royong. Ini menjadi sesuatu hal yang berguna bagi ketentraman bangsa. Pemerintah sendiripun senang dengan guyup rukunnya masyarakat. 


Lalu apa yang bisa kita simpulkan? Lagi-lagi ada tiga yakni:

1. Kita bisa mengambil manfaat dan bahkan hikmah dari tiga kegiatan diatas yakni peringatan akan jasa-jasa positif pendahulu kita syukur meneladani sesuai profesi kita masing-masing. Dan bertambah pahala bila kita selalu mengirimkan do'a pada beliau-beliau itu.


2. Kita secara arif bijaksana menyelami tradisi sedekah bumi (mengambil hal-hal positif) seperti kekompakan, persatuan, gotong-royong,solidaritas masyarakat kita Indonesia. Dan satu hal yang kita lupakan bahwa sebenarnya modal dasar yang sudah dipunyai bangsa (nusantara) adalah budaya ramah, santun, gotong-royong, kekeluargaan, suka menolong. Dan ini yang insyaallah menjadikan Indonesia berdiri tegak, damai, kondusif dan kelihatannya mulai diperhitungkan negara-negara internasional sebagai 10 n negara besar di dunia. 


Nah, alangkah arif bijaksananya bila kita berfikir positif,  menjaga persatuan bangsa ini, optimis anak cucu kita lebih baik dari kira-kita ini. Di setiap masa/zaman pasti selalu ada generasi pengganti orang tua. Namun itu semua dapat tetap terjaga bila kita semua sadar, mawas diri,antisipatif dini, dan memperbanyak.literasi ilmu pengetahuan demi mengcounter pengaruh-pengaruh budaya dan sistem yang jelas bertentangan dengan PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI  dan UUD 1945).


3. Kita tetap mensyukuri keadaan bangsa Indonesia secara umum  saat ini kondusif, aman, masih ada sifat gotobg royong, dan perekonomian vangsa relatif terjaga. Dan Indonesia sekarang dijadikan sebagai negara yang berhasil dalam arti.kata bisa terus melanjutkan pembangunan SDM dan SDA.  Kenyataanya negara islam di timur tengah sekarang ini ada yang.kondisinya perang. Dan ini hendaknya tidak menjadikan kita tinggi hati namun yang terpenting bagaimana kita bersikap terbaikdan arif bijaksana menyikapi perbedaan yang ada sepanjang tidak bertentangan dengan dasar-dasar dan sistem NKRI diatas. Mari kita bersama-sama berdo'a untuk beliau-beliau para pejuang agama dan bangsa ini. Alfatihah.


SALAM PERSAUDARAAN BANGSA INDONESIA.


Penulis : Imam Muhlis Ali

KaBiro Infokom Satkorcab Banser X-7 Pati

Pengurus LD MWCNU Margoyoso Pati

Anggota Ansor-Banser

Tulis Komentar

Previous Post Next Post